13 KiB
AI-CONTRACT.md
Kontrak kerja antara manusia (developer) dan AI assistant (Claude Code, Cursor, Copilot, atau agent coding lainnya) di repo ini. Tujuannya satu: mencegah perbaikan 1 bug berubah jadi 3 bug baru (bug eksponensial). AI wajib baca file ini sebelum menulis/menghapus kode.
1. Prinsip Dasar
- Minimal diff, maximal pemahaman. Baca kode sebelum ubah. Jangan refactor yang tidak diminta. Jangan "rapikan" kode di sekitar bug.
- Fix akar, bukan gejala. Kalau error muncul di layer A tapi penyebab di layer B, perbaiki B. Jangan tambal di A.
- Satu masalah = satu perubahan logis. Jangan campur fix bug dengan refactor, rename, atau fitur baru dalam satu sesi tanpa izin.
- Tidak ada asumsi diam-diam. Kalau butuh info (nama field, endpoint, flow, schema), tanya atau baca kode — jangan tebak.
- Setiap perubahan harus reversible. Diff kecil, commit jelas, bisa di-revert tanpa efek samping.
2. Sebelum Menulis Kode
Checklist wajib sebelum edit file:
- Sudah baca file target (bukan cuma potongan)
- Tahu siapa yang memanggil fungsi/komponen yang akan diubah
- Tahu apakah ada test/konsumer lain yang bergantung padanya
- Tahu layer yang benar (route / controller / component / hook / service / repository / lib / util — sesuai arsitektur project)
- Cek dokumen panduan project (mis.
CLAUDE.md,CONTRIBUTING.md,ARCHITECTURE.md, ADR) untuk aturan spesifik - Kalau ubah tipe/kontrak (API, function signature, schema), cek semua pemakai
Jika salah satu tidak jelas: berhenti, baca lagi, atau tanya user.
3. Saat Fix Bug
- Reproduksi dulu di kepala. Jelaskan (minimal ke diri sendiri) kenapa bug terjadi sebelum menyentuh kode.
- Temukan akar sebenarnya. "Karena field X
undefined/null/empty" bukan akar — akarnya kenapa X bisa kosong. - Perbaiki sekecil mungkin. Kalau cukup 3 baris, jangan ubah 30.
- Jangan tambah try/catch hanya untuk menyembunyikan error — itu melahirkan bug baru yang lebih sulit dilacak.
- Jangan tambah fallback/default value spekulatif. Kalau field seharusnya selalu ada, perbaiki kenapa bisa kosong.
- Jangan rename, reorder, atau reformat di file yang sama kecuali langsung terkait fix.
- Setelah fix, verifikasi: minimal jalankan typecheck/lint sesuai
tooling project (mis.
tsc,eslint,ruff,mypy,cargo check,go vet,rspec, dll). Idealnya jalankan test suite yang relevan.
4. Yang Dilarang (Akar Bug Eksponensial)
- ❌ Silent catch:
catch (e) {},except: pass,_ = err, atau pola serupa — tanpa alasan yang didokumentasi di komentar. - ❌ Comment-out kode sebagai "backup". Hapus atau kembalikan, jangan biarkan mayat — git sudah jadi backup.
- ❌ Copy-paste antar file. Extract ke shared module/util/helper.
- ❌ Duplikasi util/helper/hook/service yang sudah ada — cek dulu sebelum bikin baru.
- ❌ Tambah flag/opsi/parameter baru hanya untuk menghindari break konsumer lama — fix konsumernya sekalian.
- ❌ Destructive git command (
reset --hard,push --force,branch -D,clean -fdx) tanpa instruksi eksplisit. - ❌ Skip hook (
--no-verify,--no-gpg-sign) tanpa izin. - ❌ Ubah schema/migrasi database tanpa migration file yang sesuai.
- ❌ Tambah dependency baru tanpa izin user.
- ❌ Hardcode credential, secret, URL produksi, atau data user.
- ❌ Ubah konfigurasi CI/CD, environment, atau infra tanpa diskusi.
5. Saat Menambah Fitur
- Baca panduan arsitektur project sebelum mulai.
- Tentukan layer sebelum menulis. Jangan taruh bisnis logika di route, controller, atau komponen presentasi.
- Jangan buat abstraksi untuk kebutuhan hipotetis. Tulis kode yang diminta sekarang (YAGNI — You Aren't Gonna Need It).
- Hormati batas ukuran file yang sudah disepakati di project. Kalau belum ada, gunakan rule of thumb: file >500 baris = sinyal untuk pisah; fungsi >50 baris = sinyal untuk extract.
- Ikuti konvensi naming, struktur folder, dan pattern yang sudah ada — konsistensi lebih penting dari preferensi pribadi.
6. Saat Ragu
Urutan tindakan:
- Baca kode terkait lebih dalam.
- Cek dokumen panduan project (
CLAUDE.md,README.md, ADR, dll). - Cek git history (
git log -p,git blame) kalau pertanyaannya soal "kenapa ini begini". - Tanya user — lebih baik tanya 1 pertanyaan daripada menulis 100 baris yang harus dibuang.
Jangan pernah "pokoknya coba dulu, kalau salah revert". Revert itu murah di local, tapi mahal kalau sudah merusak state (DB, session, file sistem, deployment, dll).
7. Saat Selesai
- Jelaskan perubahan secara singkat: apa, di mana (file:line), kenapa.
- Sebutkan efek samping kalau ada (perubahan kontrak, breaking change, perlu migrasi, perlu restart service, dll).
- Jangan ringkas diff yang user sudah lihat — user baca kode langsung.
- Kalau project punya channel notifikasi atau workflow report (Slack/Discord/Telegram/email), kirim sesuai konvensi.
8. Eskalasi
Hentikan pekerjaan dan tanya user kalau:
- Fix butuh ubah >5 file untuk bug yang kelihatannya kecil.
- Ketemu bug lain di tengah jalan yang tidak diminta.
- Perubahan berpotensi mengenai data produksi, session aktif, atau user nyata.
- User memberi instruksi yang bertentangan dengan dokumen panduan project — konfirmasi dulu sebelum melanggar aturan.
9. Tools sebagai Mata dan Tangan AI
AI wajib memakai tools yang tersedia (MCP server, CLI commands, debugger, browser automation, log inspector, DB query tool, dll) sebagai mata dan tangan-nya.
- Mata: sebelum menebak state sistem, AI harus lihat langsung. Cek log, query DB read-only, baca file config, jalankan health check, atau pakai tool inspeksi yang relevan. Jangan berasumsi tentang data, konfigurasi, atau tampilan — cek dulu.
- Tangan: gunakan tools untuk verifikasi end-to-end setelah perubahan. Contoh: setelah fix UI, jalankan/preview halamannya dan pastikan render + console bersih. Setelah fix logic, jalankan test atau panggil endpoint yang relevan.
- Maksimalkan pemakaian. Kalau ada tool yang relevan, pakai — jangan memilih jalan manual yang lebih rapuh. Semakin sering tools dipakai untuk verifikasi, semakin solid project ini.
- Ajukan tool baru kalau perlu. Kalau AI merasa butuh tool yang
belum ada, AI boleh dan didorong untuk mengajukan pembuatannya
ke user. Format pengajuan:
- Nama tool + signature (input/output)
- Kenapa dibutuhkan (masalah konkret yang sedang dihadapi)
- Sumber data (tabel DB / cache key / endpoint / file system)
- Estimasi dampak ke kualitas investigasi/perbaikan
- Jangan buat tool baru tanpa izin. Ajukan dulu, tunggu persetujuan user, baru implementasi (+ update dokumentasi).
- Tools adalah sumber kebenaran runtime. Kalau memory/log mengatakan X tapi tool inspeksi langsung mengatakan Y, percayai tool.
Tujuan: AI tidak buta terhadap state sistem nyata, dan setiap perbaikan diverifikasi secara nyata — bukan "harusnya sudah jalan".
10. Kontrak Public API / Interface (Wajib Dijaga)
Setiap interface yang dipakai oleh konsumen eksternal — REST/GraphQL endpoint, MCP tool, library export, CLI command, webhook payload, event schema, dll — adalah kontrak publik. Begitu konsumen (termasuk AI agent dengan memory) tahu bentuk kontraknya, perubahan diam-diam bisa bikin mereka bertindak berdasarkan asumsi yang sudah tidak valid — dan kamu tidak akan tahu sampai terjadi kejadian aneh di prod.
Apa yang dianggap kontrak (freeze)
| Kategori | Contoh | Aturan |
|---|---|---|
| Nama interface | endpoint path, tool name, function name | Tidak boleh rename tanpa bump versi |
| Parameter input | nama field, tipe, posisi | Nama & tipe tidak boleh berubah |
| Required flag | field wajib | Tidak boleh naik (optional → required) tanpa versi |
| Enum values | nilai yang valid | Tidak boleh dihapus/diganti |
| Error mode | format error response, exception type | Pola error harus konsisten |
| Field output | bentuk response | Tidak boleh dihapus/diganti tipenya |
Apa yang boleh berubah (additive)
- Tambah interface baru
- Tambah parameter optional baru
- Tambah field output baru (konsumen lama akan mengabaikan yang tidak mereka tahu, asal parsing-nya tolerant)
- Perbaiki pesan error (tanpa ubah polanya)
- Refactor implementasi internal (query, helper, dll)
Cara kerja penjaga kontrak
- Contract test: snapshot bentuk kontrak (nama, required,
properties, enum) untuk setiap interface publik. Letakkan di folder
khusus mis.
tests/contract/. - Kalau contract test merah karena perubahan yang disengaja:
- Update dokumentasi kontrak
- Bump versi (semver, tag, atau version field)
- Update snapshot di contract test
- Jelaskan migrasinya di commit message + changelog
- Kalau contract test merah karena refactor yang tidak disengaja: Jangan update snapshot untuk menghijaukan test. Balikkan refactor atau perbaiki supaya kontrak tetap sama. Snapshot bukan sampah yang bisa di-regenerate seenaknya — dia alarm kebakaran.
Larangan spesifik
- ❌ Jangan rename interface publik tanpa migration plan + bump versi
- ❌ Jangan hapus enum value — konsumen bisa punya kode/memory yang memanggil nilai itu
- ❌ Jangan naikkan param dari optional → required tanpa bump versi
- ❌ Jangan ubah bentuk error (format response ↔ throw exception) — ini mengubah handler logic di sisi konsumen
- ❌ Jangan update snapshot contract test tanpa update dokumentasi
Apa yang BUKAN tugas contract test
- Memverifikasi logika bisnis (itu unit test biasa)
- Memverifikasi integrasi DB/external service (itu integration test)
- Memastikan data yang di-return benar (itu QA / staging)
Contract test hanya menjaga bentuk kontrak — cepat, deterministic, tanpa dependency eksternal.
11. Hygiene Dokumen Panduan AI
Dokumen panduan AI (CLAUDE.md, AI-CONTRACT.md, .cursorrules,
.github/copilot-instructions.md, dll) di-load setiap turn percakapan.
Semakin gemuk file utamanya, semakin banyak token terbuang setiap turn —
dan ironisnya, AI jadi lebih sulit menemukan info penting karena tertimbun
detail. File panduan yang gemuk bukan tanda dokumentasi yang baik;
sering justru sebaliknya.
Pecah, jangan tumpuk
Gunakan referensi file alih-alih menumpuk semua di satu file. Banyak
AI agent (termasuk Claude Code) auto-load file yang di-reference dengan
sintaks @path/to/file.md. Contoh struktur CLAUDE.md yang sehat:
## Architecture
See @docs/ARCHITECTURE.md
## Agent Specs
See @docs/AGENTIC_OVERVIEW.md
## ADR History
See @docs/adr/README.md
CLAUDE.md utama tetap ramping, tapi info detail tetap accessible saat
dibutuhkan.
Apa yang WAJIB tetap di CLAUDE.md (load setiap turn)
- Konvensi coding inti (naming, formatting, import order)
- Perintah build/test/lint yang sering dipakai
- Aturan komunikasi (bahasa, gaya, format response)
- Struktur folder high-level (1-2 level)
- Larangan absolut (jangan commit ke main, jangan touch folder X, dll)
- Pointer (
@path/...) ke file detail lainnya
Apa yang DIPINDAH ke file terpisah
- Spec arsitektur lengkap →
docs/ARCHITECTURE.md - Detail flow / sequence diagram →
docs/flows/*.md - ADR history (Architecture Decision Records) →
docs/adr/ - Contoh kode panjang →
docs/examples/ - API/interface reference lengkap →
docs/api/ - Onboarding & setup detail →
docs/SETUP.md - Glossary domain terminology →
docs/GLOSSARY.md - Catatan investigasi/post-mortem →
docs/incidents/
Lokasi alternatif: .claude/ atau .ai/ kalau tim ingin memisahkan
khusus untuk AI tooling, di luar dokumentasi developer biasa.
Cek duplikasi secara rutin
Info yang sama sering muncul di beberapa section seiring waktu — biasanya karena ditambahkan saat debugging tanpa cek file dulu. Audit berkala:
- Sama-sama dijelaskan di
README.mddanCLAUDE.md? Pilih satu, yang lain referensikan. - Aturan yang sama disebut di 2-3 section? Konsolidasi ke satu section kanonik, section lain tinggal pointer.
- Contoh kode panjang muncul inline? Pindah ke
docs/examples/. - Konvensi yang sudah jadi default di linter/formatter masih ditulis manual? Hapus — biarkan tooling yang jaga, dokumen tidak perlu mengulang.
- Info yang sudah usang (refer ke file/fitur yang dihapus)? Bersihkan — dokumen yang setengah benar lebih merusak daripada tidak ada.
Rule of thumb ukuran
Kalau CLAUDE.md (atau equivalent) sudah > 300 baris, itu sinyal kuat
untuk pecah file. Dokumen panduan AI yang ideal: cukup pendek untuk dibaca
ulang dalam 1 menit oleh manusia, dengan pointer ke detail untuk AI yang
butuh konteks lebih dalam.
12. Aturan Emas
Lebih baik tidak melakukan apa-apa daripada memperburuk kode.
Kalau setelah 2 kali percobaan fix masih memunculkan bug baru, stop. Laporkan ke user, jelaskan apa yang sudah dicoba dan kenapa gagal. Jangan tambal terus — itu cara bug beranak eksponensial.