[ { "id": "cmk-intro-001", "content": "
Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti betina yang terinfeksi virus dengue. Virus ini memiliki 4 serotipe (DEN-1, DEN-2, DEN-3, DEN-4). Seseorang yang terinfeksi satu serotipe akan memiliki kekebalan seumur hidup terhadap serotipe tersebut, namun tetap rentan terhadap serotipe lainnya.
Penyakit ini endemis di lebih dari 100 negara, termasuk Indonesia. Di Bali, kasus DBD biasanya meningkat pada musim penghujan (Oktober - Maret) ketika genangan air menjadi media perkembangbiakan nyamuk.
Penyakit ini dapat menyerang semua kalangan, namun anak-anak dan remaja merupakan kelompok yang paling rentan. Tanpa penanganan yang tepat, DBD dapat berkembang menjadi Dengue Shock Syndrome (DSS) yang berpotensi fatal.
" }, { "id": "cmk-intro-002", "content": "Diare adalah kondisi buang air besar dengan frekuensi lebih sering dari biasanya dan disertai perubahan konsistensi tinja menjadi lebih encer. Pada anak-anak, diare umumnya disebabkan oleh infeksi rotavirus, norovirus, bakteri E. coli, atau parasit Giardia.
Menurut data WHO, diare masih menjadi penyebab utama kematian pada anak di bawah 5 tahun di negara berkembang. Penularan umumnya terjadi melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi, serta kebersihan tangan dan lingkungan yang kurang terjaga.
Di Desa Darmasaba, kasus diare pada anak sering terjadi terutama pada musim pancaroba. Pencegahan melalui pola hidup bersih dan sehat (PHBS) menjadi kunci utama.
" } ]